Saturday, January 25, 2020

Kepuasan Kerja dan Kondisi Kejiwaan



Haloo good ppl,  sekarang saya mau bahas tentang  kepuasan kerja dan hubungannya dengan kondisi kejiwaan. stay tune yaaaa...



Kepuasan kerja atau Job Satisfaction diartikan sebagai sikap individu terhadap pekerjaannya. Seseorang yang memiliki kepuasan kerja yang tinggi akan memiliki sikap yang positif terhadap  pekerjaannya. Kepuasan kerja seseorang biasanya diukur dengan menggunakan pendekatan summation score. Pendekatan ini mencoba mengukur kepuasan kerja seorang individu dilihat dari enam elemen kunci pekerjaan yaitu; pekerjaan saat ini, atasan atau penyelia, teman sekerja, gaji yang diperoleh, kesempatan promosi dan pekerjaan secara umum. Kepuasan kerja ini, menurut Robbins, memiliki pengaruh dan dampak-dampak terhadap produktivitas, tingkat absensi dan tingkat turnover.

Di perusahaan tempat saya bekerja, kepuasan kerja rekan-rekan terhadap perusahaan sangat positif. Mulai dari tingkat kesulitan dan beban kerja, atasan dan penyelia yang mendukung pegawai untuk berkembang, teman sekerja yang saling mendukung, gaji yang proporsional, dan lingkungan kerja yang nyaman. Kepuasan kerja itu penting sebab pegawai yang puas cenderung akan memberikan performa terbaiknya sehingga tujuan organisasi semakin dekat diraih.

jadi hubungan tingkat kepuasan kerja dengan kondisi kejiwaan apa??
jagi gini loh, ketika kita puas dengan pekerjaan kita, maka otak kita akan merangsang kelenjar untuk memproduksi hormon endorfine (hormon kebahagian). ketika hormon ini dilepaskan maka kita akan merasakan kegembiraan yang luar biasa. hormon ini juga akan memperbaiki mood kita sehingga kita akan lebih menikmati pekerjaan kita sehingga produktivitas kita bertambah dehh baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.


Dalam pekerjaan, saya seringkali mengalami stress. sebagai orang yang mendapat posisi jabatan di level tengah (middle position) seringkali mendapatkan tekanan dari atasan maupun bawahan. Menurut Yoder dan Staudohar (1982 : 308) stress kerja adalah tekanan akibat bekerja yang akan mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi fisik seseorang, di mana tekanan itu berasal dari lingkungan pekerjaan tempat individu tersebut berada).

Sumber stress bisa datang dari dalam diri maupun luar diri loh. Sumber stress yang saya alami biasanya berasal dari diri sendiri berupa keinginan untuk dianggap berguna, mampu, penting, dan ingin dihargai. Sering kali bawahan saya tidak mendengarkan saya dan saya pun sering sungkan untuk meminta pertolongan kepada bawahan saya sehingga saya sering mendapat teguran dari atasan saya. 

Cara saya pribadi dalam mengelola stress yaitu dengan melakukan hal-hal yang saya sukai, berolahraga, dan memotivasi diri sendiri dengan kata-kata yang positif setiap pagi selagi diperjalanan menuju kantor. Cara ini cukup efektif menurunkan kecemasan dan stress saya sehingga saya bisa bertahan dan menjalankan aktivitas dengan normal. 

kerja keras boleh, tapi jangan lupa jaga kewarasan ya guyss !!

No comments:

Post a Comment